Jumat, 27 Juli 2012

PERBEDAAN MESIN 4 TAK DENGAN MESIN 2 TAK




Makanan apa sih 4 tak 2 tak itu? Bukan makanan tentunya ya. Mesin-mesin kendaraan bermotor yang berbahan bakar minyak ada dua jenisnya. Ya, yaitu mesin 4 tak atau 4 langkah atau 4 stroke dan mesin 2 tak atau 2 langkah atau 2 stroke. Mesin 4 tak lah yang paling banyak digunakan di kendaraan, karena selain ramah lingkungan juga irit bahan bakar. Mesin 4 tak dapat dijumpai di motor2 bebek, motor2 laki, motor sport, moge atau motor gede dan juga dipasang di mobil-mobil hingga truk dan bus. Nah, di mobil itu nanti ada dua jenis mesin lagi, mesin bensin dan mesin disel, keduanya sama-sama 4 tak, namun cara pembakaran bahan bakarnya lain. Nah kalo untuk mesin 2 tak sendiri saat ini hanya dijumpai di mesin motor.
Nah, yang dimaksud langkah pada suatu mesin itu sebenarnya langkah apa sih? Jika pada mesin 4 tak, untuk melakukan kerja diperlukan 4 langkah, dan hal itu memerlukan proses, diantaranya:
-          empat kali naik turun piston
-          dua kali rotasi (720 derajat)kruk as atau crankshaft
-          satu putaran (360 derajat) noken as atau camshaft
*wah mas opo iku piston,kruk as karo kamsaf? Tenang2 udah tak jelasin di blog sebelumnya kan…

Lha kalo 2 tak piye mas?? Lha njuk pie mas?? Kie kepriwe kepriben urusane mas??!!
Diam semuanya!!
Untuk informasi lebih lanjut cekidot aja ni di bawah…


Nah berikut 4 langkah pada mesin 4 tak:
  1. Langkah isep,,sedooot….  :p
Pada langkah hisap proses yang terjadi adalah:
-          Piston bergerak turun dari TMA (Titik Mati Atas) sampai TMB (Titik Mati Bawah). Gerakan piston ini menyebabkan kehampaan di ruang bakar. Piston bergerak 1 gerakan (turun).
-          Pada saat ini katup masukan juga dibuka, maka campuran bahan bakar dan udara yang berasal dari karburator, masuk ke ruang bakar. Katup keluaran ditutup.
-          Kruk as berputar 180 derajat.
-          Camshaft berputar 90 derajat.






2.       Langkah kompresi.

Pada langkah ini:
-          Klep masukan dan klep keluaran ditutup.
-          Piston terdorong ke atas dari TMB menuju TMA karena ada momentum dari flywheel. Dorongan piston ini mendesak campuran udara dan bahan bakar di dalam ruang bakar yang tadi masuk ketika langkah hisap. Karena tekanannya sangat tinggi, campuran udara dan bahan bakar akan sangat mudah terbakar. Piston naik ke atas brarti udah gerakan piston kedua.
-          Kruk as berputar 180 derajat, berarti sampai langkah kompresi, kruk as sudah berputar satu kali putaran atau 360 derajat.
-          Camshaft berputar 90 derajat, berarti camshaft sudah berputar 180 derajat.





3.       Langkah Usaha

Ketika campuran bahan bakar dan udara selesai dikompresi yang mengakibatkan mereka berdua menjadi sangat mudah terbakar, dinyalakanlah busi. Yasudahlah terjadi ledakan…duwar…yang menyebabkan:
-          Piston terdorong dari TMA ke TMB, dalam hal ini piston melakukan usaha, maka dinamakan langkah usaha. Piston bergerak ke bawah (gerakan ketiga). Gerakan usaha yang linier ini diteruskan ke kruk as agar menjadi gerakan rotasi atau putaran. Energi putaran ini disalurkan ke flywheel yang berfungsi menyimpan tenaga dan momentum. Flywheel bertugas memberikan energi ketika piston sedang tidak melakukan langkah usaha. Jadi pada langkah hisap, kompresi dan buang, flywheel lah yang membuat mesin tetap berputar.
-          Kedua katup masih menutup.
-          Kruk as berputar lagi 180 derajat, maka total sudah berputar 540 derajat.
-          Camshaft berputar lagi 90 derajat, maka total sudah berputar 270 derajat.




4.       Langkah buang

Langkah ini bertujuan mengeluarkan sisa hasil pembakaran. Udara hasil pembakaran didiorong naik, namun katup keluar dibuka, maka gas di ruang bakar akan keluar melewati saluran pembuangan dan knalpot. Rinciannya:
-          Piston bergerak ke atas (gerakan keempat), karena gaya dari flywheel.
-          Klep keluaran dibuka.
-          Kruk as berputar 180 derajat, maka total putaran hingga langkah buang ini adalah 720 derajat atau dua kali rotasi.
-          Camshaft berputar 90 derajat, maka total putaran adalah 1 putaran (360 derajat). 

Sesudah itu terjadi lagi langkah isap dan berulang-ulang lagi langkahnya.

Nah, hal ini berlaku untuk mesin 4 tak, baik yang bensin maupun disel.






Lha, kalo yang dua tak, lain lagi bro semua…
Nek yang 2 tak gini nih…

Pada mesin montor 2 tak untuk bekerjanya Cuma diperlukan 2 langkah. Dan dua langkah itu adalah:


Pada gambar d atas terjadi proses upstroke. Nah upstroke itu adalaahh,, bukan penyakit, pada upstroke ini piston bergerak ke atas yaitu dari TMB ke TMA. Pada tahap ini terjadi dua langkah sekaligus, yaitu langkah kompresi dan di akhir langkah kompresi busi dinyalakan (langkah pembakaran) dan dhuwar sehingga terjadi langkah usaha. Nah tapi bersamaan dengan itu, campuran udara dan bahan bakar yang baru, masuk ke blok mesin. Nek di list kek gini :
-          Piston gerak dari TMB ke TMA
-          Saluran bilas dan buang tertutup, terjadi langkah kompresi, dan setelah mencapi tekanan tinggi busi memercikan bunga api listrik untuk membakar campuran bensin dengan udara tadi.
-          Pada saat yang bersamaan, dibawah (di dalam blok engkol mesin) bahan bakar yang baru masuk ke dalam bak mesin melalui saluran masuk. Di sini ada suatu katup atau valve tapi wujudnya sangat berbeda dengan valve pada 4 tak.



Nah nek pada gambar sebelah kanan terjadi proses downstroke atau piston bergerak ke bawah (sebenere ngapain sih piston tu naik turun naik turun gda krjaan laen ! :p). Pada proses downstroke ini campuran udara dan bahan bakar yang tadi di bawah piston (di blok engkol mesin), didesak piston sehingga dia naik ke ruang bakar (melewati saluran, namanya itu lah pokoknya) nah pada saat yang bersamaan sisa hasil pembakaran keluar melalui saluran buang.
-          Piston bergerak dari TMA ke TMB
-          Pada saat saluran bilas (saluran yang g jelas namanya dan saluran buang) masih tertutup oleh piston, di dalam bak engkol terjadi kompresi campuran bahan bakar dan udara.
-          Di atas piston (ruang bakar) sisa pembakaran mulai terbuang keluar melalui saluran buang.
-          Saat saluran bilas sudah terbuka, campuran bahan bakar dan udara mengalir ke dalam ruang bakar.

Jadi untuk satu siklus mesin dua tak cukup simpel, hanya memerlukan dua kali gerakan piston yaitu naik dan turun. Ga ada klep hisap, klep buang, camshaft dan yang rumit lainnya.
RINGKASAN PERBEDAAN MESIN 4 TAK DENGAN MESIN 2 TAK
PERIHAL
4 TAK
2 TAK
Gerakan piston
4 kali (2 kali naik, 2 kali turun)
2 kali (1 kali naik, 1 kali turun
Katup (valve)
Ada. Ada 3 macam:
-1 klep masuk dan buang (pada mesin SOHC)
-2 klep masuk dan 1 klep buang(mungkin SOHC)
-2 klep masuk dan 2 klep buang (pada mesin DOHC)
G ada klep, cuman kaya pintu yang buka tutup karena tekanan udara.
Camshaft
Ada. Ada 2 macam:
SOHC (single overhead camshaft) dan DOHC (dual overhead camshaft)
Tidak ada camshaft
Tenaga
Dengan cc yg sama (dengan kapasitas ruang bakar yang sama misal sama2 mesin 110cc, 2 tak mempunyai tenaga yang lebih besar.
Kalau di motogp sendiri dulu pernah ada seri yang motor2nya  2 tak dan 4 tak. Nah cc motor 4 tak (990 cc) hampir 2 kali lipat cc motor 2 tak (499cc).
Bahan bakar
Premium, pertamax, solar tanpa campuran.
Premium, pertamax dengan oli samping.
Konsumsi bahan bakar
Relatif irit
Boros
Karakteristik mesin
Halus di semua rpm
Tenaga terasa saat rpm agak tinggi.
Suara
Relatif halus, kecuali mesin disel
Bising.
Gas buang
Relatif ramah lingkungan, kecuali mesin disel yang tua.
Lebih berpeluang mencemari lingkungan, baik asap maupun baunya.
Dan lain2, sekian informasi dari saya, swmoga bermanfaat :)




1 komentar: